Lampu sebagai sumber penerangan

Cahaya, dalam pemahaman saya, memiliki karakter mirip udara (tidak berwujud). Wujud cahaya baru dapat terlihat setelah “dipantulkan” pada permukaan sebuah benda padat.

Berapa besar cahaya yang dapat diwujudkan pada permukaan sebuah benda, tergantung dari tinggi-rendahnya intensitas yang dapat dihasilkan oleh sumber cahaya. Semakin besar dan banyak cahaya dapat dihasilkan sumbernya, semakin tinggi wujud cahaya pada permukaan benda yang bisa direalisasikan..

Dengan lampu, cahaya merupakan hasil konversi dari energi listrik. Jumlah nilai satuan energi listrik yang dikonversikan oleh lampu ke dalam bentuk nilai satuan cahaya adalah tetap. Sehingga, untuk mengkonversi lebih banyak cahaya, dibutuhkan energi listrik yang lebih besar.

Memang benar, besar-kecilnya konsumsi daya akan menentukan jumlah (intensitas) cahaya yang dapat dihasilkan oleh sebuah lampu. Namun, suasana terang yang dihasilkan dari intensitas cahaya sebuah lampu, sangat dipengaruhi faktor jarak antara sumber cahaya dengan permukaan benda yang diteranginya. Intensitas cahaya sebuah lampu akan semakin berkurang mengikuti jarak yang semakin jauh antara posisi lampu dengan sebuah benda.